Minggu, 07 April 2019

Sel prokariotik dan sel eukariotik

 Bagian Sel Prokariotik dan Eukariotik

A.    Sel prokariotik

Dinding sel tersusun dari senyawa peptidoglikan yaitu suatu polimer yang terdiri atas polipeptida pendek (gabungan antara protein dan peptidoglikan).Fungsi dari dinding sel adalah melindungi sel dan mempertahankan bentuk sel itu sendiri.

Membran Plasma tersusun atas senyawa fosfolipid dan protein yang bersifat selektif permeabel (hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu). Membran plasma berfungsi sebagai reseptor dari luar, pelindung agar isi sel tidak keluar, dan mengontrol masuk dan keluarnya zat dari atau ke dalam sel.

Mesosom merupakan organel yang mengalami penonjolan kearah dalam membran plasma. Mesosom berfungsi untuk menghasilkan energi, membentuk dinding sel baru, dan menerima DNA, dan sebagai tempat pemisahan dua molekul DNA.

Sitoplasma merupakan cairan koloid homogen jernih yang mengandung molekul organik  seperti lemak, protein, karbohidrat, garam mineral, DNA, enzim, dan klorosom pada bakteri fotosintetik dan ribosom. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi metabolisme sel dan untuk menyimpan molekul-molekul organik.

Ribosom berfungsi sebagai tempat untuk menyintesis protein. Ribosom tersusun dari protein dan RNA.

DNA materi genetik yang menentukan sebagian besar dari sifat metabolisme bakteri sedangkan plasmid hanya menentukan sifat tertentu seperti sifat pantinogen, sifat fertilisasi dan sifat kekebalan pada antibiotik tertentu. DNA berfungsi untuk menentukan besar sifat metabolisme bakteri dan menentukan sifat khusus bakteri seperti sifat fertilisasi, sifat pantogen dan sifat kekebalan pada antibiotik.

Flagela (Cambuk Getar) Berfungsi sebagai alat gerak bakteri, terletak di membran luar dinding sel.Flagela dibagi menjadi 3 yaitu: Monotrik, Lopotrik, Amfitrik, dan Peritrik.

Kapsul merupakan selaput licin yang terdiri dari polisakarida dan terletak di luar dinding sel. Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan oleh sel inang.

Pili berfungsi untuk membantu konjugasi dan membantu bakteri untuk menempel pada medium tempat hidupnya.

Endospora terbentuk dalam sel bakteri apabila kondisi tidak menguntungkan bagi bakteri. Endospora mengandung sitoplasma, materi genetik, dan ribosom dalam jumlah yang sedikit. Dinding endospora (tersusun atas protein) yang tebal menyebabkan endospora dapat bertahan terhadap suhu yang tinggi, kekeringan, radiasi cahaya, dan juga zat kimia.


B.     Sel Eukariotik

Membran Plasma merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma, membungkus organel-organel yang terdapat di dalam sel. Membran plasma berfungsi sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul-molekul yang dapat melewati membran plasma adalah molekul hidrofobik (CO2, O2), molekul polar yang sangat kecil (air dan etanol), molekul dengan ukurang yang besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofolik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Sitoplasma merupakan cairan kental yang berada diantara membran sel tahanan internal yang semua sel sub-struktur (disebut organel), kecuali untuk inti. Dalamsel eukariotik isi kemudian dari inti sel dipisahkan dari sitoplasma kemudian disebut dengan nucleoplasm tersebut. Pada sel eukariotik juga, sitoplasma mengandung organel, seperti mitokondria, yang diisi dengan cairan yang dipisahkan dari sisa sitoplasma oleh membran biologis.

Ribosom merupakan struktur terkecil yang bergaris tengah 17-20 mikron, dan terletak di dalam sitoplasma sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron. Ribosom bengfungsi untuk menyintetis protein yang selanjutnya akan digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak. Bahan penyusun ribosom adalah protein ribosomal RNA (rRNA).

Nukleus (inti sel) merupakan bagian yang berfungsi sebagai pengendali kegiatan sel. Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran inti atau selubung inti. Membran inti memisahkan isi nukleus dan sitoplasma karena membran inti menjadi pembatas antara nukleus dengan sitoplasma. Di dalam nukleus, DNA di organisasikan bersama dengan protein menjadi suatu materi yang disebut kromatin.

 RE (Retikulum Emndoplasma) merupakan organelk yang memiliki membran dan berbentuk seperti sosis yang ditumpuk-tumpuk. Bentuk RE dibagi menjadi 3 yaitu: lamela, vesikula, dan tubula. RE dibagi menjadi dua tipe yaitu RE halus dan RE kasar.

Badan Golgi merupakan kantung pipih bertumpuk yang tersusun dari ukuran besar hingga ke ukuran kecil dan terikat oleh membran. Badan golgi memiliki fungsi untuk memproses protein dan molekul lain yang akan dibawa keluar sel atau ke membran sel.

Lisosom merupakan vesikel membran berkantung yang mengandung enzim-enzim hidrolitik yang bekerja pada saat kondisi sedang asam. Lisosom berperan pada pencernaan intrasel,  fagitosis (menelan dan mencerna partikel yang lebih kecil), autofag (mendaur ulang organel yang rusak), dan autolisis (perusakan sel sendiri dengan cara membebaskan semua isi atom).

Mitokondria memiliki membran ganda yang kuat, fleksibel, dan stabil. Membran yang membatasi mitokondria tersusun dari lipoprotein. Di dalam mitokondria terkandung cairan atau matriks yang mengandung lemak, protein, DNA sirkuler, dan ribosom. DNA pada mitokondria berfungsi mengatur sintetis protein, baik dalam sitoplasma maupun dalam ribosom di dalam organel tersebut. Mitokondria berperan dalam respirasi sel atau metabolisme energi di dalam sel yang dapat menghasilkan ATP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar