Selasa, 18 Juni 2019

Konsep Redoks Dan Penyetaraan Reaksi Redoks


A.  Konsep Oksidasi dan Reduksi
1.  Konsep Redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen
    a.  oksidasi adalah peristiwa pengikatan oksigen, contoh
       -   perkaratan logam
           4Fe + 3O2   –>   2Fe2O3  (karat besi)
-       Pembakaran gas metana
CH4 + O2  –>  CO2 + 2H2O
-       Bau tengik minyak makan yang tersimpan terlalau lama hasil pengikatan oksigen (oksidasi)
 b.  reduksi adalah pelepasan oksigen, contoh
-   reduksi kromium III oksida Cr2O3 oleh almunium
            Cr2O3   +   2Al    –>   2Cr  + Al2O3
-        Reduksi tembaga(II) oksida CuO oleh gas hidrogen H2
CuO  +  H2       –>   Cu   + H2O
2.  Konsep redoks berdasarkan pelepasan elektron dan penerimaan elektron
a.  Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron, contoh
  -  Reaksi natrium dengan clorin membentuk natrium klorida NaCl
     Na + Cl –> Na+ + Cl– –> NaCl
            Oksidasi : Na –> Na+ + e [melapas 1 elektron]
             Reduksi : Cl + e –> Cl– [menerima 1 elektron]
b.  Reduksi adalah peritiwa penerimaan electron, contoh
  -  Reaksi natrium dengan clorin membentuk natrium klorida NaCl
     Na + Cl –> Na+ + Cl– –> NaCl
            Reduksi : Cl + e –> Cl– [menerima 1 elektron]
3. Konsep Redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi
    a. Oksidasi nadalah peristiwa naiknya biloks suatu unsur, contoh
-   Reaksi pengolahan biji besi
    Fe2O3 + 3CO   –>  2Fe + 3CO2
    Biloks atom C pada  CO  = + 2
    Biloks atom C pada  CO2  = + 4
              CO mengalami reaksi oksidasi dengan CO sebagai reduktor
b. Reduksi adalah peristiwa penurunan biloks suatu unsure, contoh
-   Reaksi pengolahan biji besi
    Fe2O3 + 3CO   –>  2Fe + 3CO2
    Biloks atom Fe pada  Fe2O3  = + 3
    Biloks atom Fe unsure bebas  = 0
              Fe mengalami reaksi reduksi dengan Fe2O3 sebagai oksidator

B. Penyetaraan Reaksi Redoks
1.  Metode biloks suasana asam
         
        Fe2+  + MnO4-  → Fe3+   +   Mn2+

     -  tentukan biloks unsur pada  reaksi
         Fe = 2  maka    Fe = Fe2+
         Mn = 7    O = +2,   MnO4  =  7 – (2.4) = -1 maka MnO4 = MnO-4
     -  tentukan biloks pada unsur hasil reaksi
         Fe = 3   Mn = 2
-  tentukan jumlah Kenaikan dan penurunan biloks pada reaksi
    Fe mengalami kenaikan biloks = 3 – 2 = 1 (zat teroksidasi )
    Mn mengalami penurunan biloks = 7 – 2 = 5 (zat tereduksi)
- setarakan menambahkan jumlah koofesiensi zat yang teroksidasi sesuai dengan jumlah biloks zat yang tereduksi, begitupun sebaliknya.

          5Fe2+  + 1MnO4-  →  5Fe3+   +   1Mn2+

-  setarakan muatan dengan penambahan H+ pada reaksi

          5Fe2+  + MnO4- + 8H+ →  5Fe3+   +   Mn2+
  
             Elektron hasil Reaksi = (5.3) + (1.2) = 17
          Elektron reaksi = (5.2) – (1.-1) + (8.1) = 17
-  setarakan reaksi dengan penambahan H2O pada hasil reaksi

     5Fe2+  + MnO4- + 8H+ →  5Fe3+   +   Mn2+    + 4H2O

2. Metode biloks suasana basa
       Langkah penyetaraan sama dengan pada suasana asam hanya perbedaannya pada penambahan H+  pada reaksi suasana asam dan penambahan OH- pada reaksi suasana basa

3.  Metode biloks setengah reaksi suasana asam
       
  Cr2O72-  +   C2O42- →  Cr3+   + CO2

    -  Biloks pada unsur  reaksi
   Cr = 6   O = 2  C = 3
   Cr2O7  = (6.2) – (2.7)) = -2  maka  Cr2O7  = Cr2O72-
   C2O4  = (3.2) – (2.4) = -2   maka  C2O4 = C2O42-
-    Biloks pada unsur hasil reaksi
        Cr = 3   CO2 = 0
  -     Menentukan setengah reaksi
        Cr2O72-     →      2Cr3  (zat tereduksi )
   C2O4 2-     →     2CO2   (zat teroksidasi )
  -   Tentukan jumlah Kenaikan dan penurunan biloks pada reaksi
  Cr2 mengalami penurunan biloks = 12 – 6 = 6 (zat tereduksi )
  C2  mengalami kenaikan biloks = 8 – 6 = 2 (zat teroksidasi)
  -  setarakan menambahkan H+ (reaksi)  dan H2O (hasil reaksi)  pada setengah reaksi yang tereduksi
       Cr2O72- + 14H+    →   2Cr3  + 7H2O   
   C2O4-2     →   2CO2    
  -  perkalian silang pada zat tereduksi dan zat teroksidasi menentukan koefesien zat
       Cr2O72- + 14H+ +  6    →   2Cr3  + 7H2O   
   C2O42-     →   2CO2 +  2   
        penyederhanaan
        Cr2O72- + 14H+ +  3    →   2Cr3  + 7H2O   
   C2O42-     →   2CO2 +  1 
   Hasil
          1Cr2O72-  +   3C2O42- + 14H+ →  2Cr3+   + 6CO2 + 7H2O
-  Hasil persamaan
 
      Cr2O72-  +   3C2O42- + 14H+ →  2Cr3+   + 6CO2 + 7H2O

4. Metode biloks setengah reaksi suasana basa
Langkah penyetaraan sama dengan pada suasana asam hanya perbedaannya pada penambahan H2O  pada reaksi dan penambahan OH- pada hasil reaksi untuk penyetaraan.