Selasa, 12 November 2019

Makalah Katabolisme Karbohidrat Dengan Bantuan Enzim


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1              LatarBelakang
Karbohidrat adalah komponendalammakanan yang merupakan sumber energi yang utama bagi organisme hidup. Dalam makanan kita, karbohidrat terdapat sebagai polisakarida yang dibuat dalam tumbuhan dengan cara fotosintesis. Tumbuhan merupakan gudang yang menyimpan karbohidrat dalam bentu kamilum dan selulosa. Amilum digunakan oleh hewan dan manusia apabila ada kebutuhan untuk memproduksi energi. Di samping dalam tumbuhan, dalam tubuh hewan dan manusia juga terdapat karbohidrat yang merupakan sumber energi, yaitu glikogen.
Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis, baik dalam mulut, lambung maupun usus. Hasil akhir proses pencernaan karbohidrat ini ialah glukosa, fruktosa, galaktosa, dan monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa ini kemudian diabsorbsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.
Dalam sel-sel tubuh karbohidrat mengalami berbagai proses kimia. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sel ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Sebagai contoh apabila banyak glukosa yang teroksidasi untuk memproduksi energi, maka glikogen dalam hati akan mengalami proses hidrolisis untuk membentuk glukosa. Sebaliknya apabila suatu reaksi tertentu menghasilkan produk yang berlebihan, maka ada reaksi lain yang dapat menghambat produksi tersebut. Dalam hubungan antar reaksi ini enzim mempunyai peranan sebagai pengatur dan pengendali. Proses kimia yang terjadi dalam sel ini disebut Metabolisme. Didalam tubuh mahkluk hidup proses metabolisme dibagi menjadi dua yaitu proses sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup yang dibantu oleh katalis enzim untuk mempercepat proses metabolisme. Oleh karna itu makalah ini dibuat agar pembaca dapat memahami proses  penguraian atau perombakan karbohirat (katabolisme) dalam tubuh dengan bantuan enzim sebagai katalis.

1.2              RumusanMasalah
a.       Apa yang dimaksudKatabolisme, Karbohidrat, Dan Enzim ?
b.      Mengetahui Proses – proses  Katabolisme pada Karbohidrat dengan bantuan Enzim sebagai Katalis!















BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Karbohidrat
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun  hanyadari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling  sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Seperti halnya protein, karbohidrat adalah senyawa polimer, monomernya ialah gula atau sakarida. Secara umum rumus kimianya ditulis Cm(H2O)n, Huruf  ‘m’ dan ‘n’ menunjukkan angka.
Berdasarkan Gugus penyusunnya, Karbohidrat dibagi menjadi ;
-       Monosakarida(C6H12O6)
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula.Monosakarida ini memiliki rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air. Contoh dari monosakarida adalah heksosa,  glukosa, fruktosa, galaktosa, monosa, ribose (penyusun RNA) dan deoksiribosa(penyusun DNA).
-       Disakarida(C12H22O11)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula.
Sama seperti monosakarrida, Disakarida juga memiliki rasa manis, dan sifatnyapun mudah larut dalam air.Contoh dari Disakarida adalah laktosa (gabungan antara glukosa dan galaktosa), sukrosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa (gabungan antara dua glukosa)
-       Oligosakarida :
Oligosakarida adalah senyawa yang terdiri dari gabungan 3 – 10 monosakarida. Memiliki rasa sedikit pahit dan larut dalam air. Contohnya trisakarida dan tetrasakarida
-       Polisakarida(C6H11O5)

Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula, dan rata-rata terdiri dari lebih 10 gugus gula. Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit, dan sifatnya sukar larut dalam air. Contohnya dari polisakarida adalah amilum yang terdiri dari 60-300 gugus gula berupa glukosa, glikogen atau gula otot yang tersusun dari 12-16 gugus gula, dan selulosa, pektin, lignin, serta kitin yang tersusun dari ratusan bahkan ribuan gugus gula dengan tambahan senyawa lainnya.
Karbohidrat memiliki fungsi dalam penerapannya di industri pangan, farmasi maupun dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapafungsi dan kegunaan karbohidrat ialah sebagai berikut :
-  Sebagaisumberkaloriatauenergi
-  Sebagaibahanpemanis dan pengawet
-  Sebagaibahanpengisi dan pembentuk
-  Sebagaibahanpenstabil
-   Sebagaisumberflavor (karamel)
-   Sebagaisumberserat
Pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari adalah sumber karbohidrat seperti nasi, singkong, umbi-umbian, gandum, sagu, jagung, kentang, dan beberapa buah-buahan lainnya..
2.1 Enzim
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis atau senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi dalam suatu reaksi kimia organik. Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme. Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama.
Enzim memiliki sifat khas terhadap suatu substrat tertentu, kekhasan ini lah yang menjadi ciri suatu enzim. Adapun sifat-sifat khas yang dimiliki suatu enzim tersebut antara lain :
-       Sebagai katalisator
Enzim adalah katalis yang dapat mengubah laju reaksi tanpa ikut bereaksi. Tanpa kehadiran enzim, suatu reaksi itu sangat sukar terjadi, sementara dengan kehadiran enzim kecepatan reaksinya dapat meningkat 107 – 1013 kali, contohnya enzim katalase yang mengandung ion besi (Fe) mampu menguraikan 5.000.000 molekul hidrogen peroksida (H2O2) permenit.
-       Enzimbekerjasecaraspesifik dan selektif
Enzim bekerja secara spesifik, artinya enzim tertentu hanya dapat mengadakan pengubahan pada zat tertentu pula. Dengan kata lain, enzim hanya dapat mempengaruhi satu reaksi dan tidak dapat mempengaruhi reaksi lain yang bukan bidangnya. Salah satu enzim khusus untuk satu substrat, misalnya enzim katalase hanya mampu menghidrolisis H2O2 menjadi H2O dan O2.
-       Enzim bersifat bolak-balik
Enzimdapat bekerja bolak-balik karena dapat ikut bereaksi tanpa mempengaruhi hasil akhir dan akan terbentuk kembali pada hasil reaksi sebagai enzim. Ketika ikut bereaksi, struktur kimia enzim berubah, tetapi pada akhir reaksi struktur kimia enzim akan terbentuk kembali seperti semula. Misalnya enzim lipase dapat mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sebaliknya, lipase juga mampu menyatukan gliserol dan asam lemak menjadi lemak. Enzim tidak hanya menguraikan molekul kompleks, tetapi juga dapat membentuk molekul kompleks dari molekul-molekul sederhana penyusunnya (reaksi bolak-balik ).
-       Seperti protein
Enzim memiliki sebagian besar sifat protein yaitu dipengaruhi oleh suhu dan pH. Pada suhu rendah protein enzim akan mengalami koagulasi dan pada suhu tinggi akan mengalami denaturasi.
-       Enzim bersifat termolabil
Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Jika suhu rendah, kerja enzim akan lambat. Semakin tinggi suhu reaksi kimia yang dipengaruhi enzim semakin cepat, tetapi jika suhu terlalu tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.
-       Hanya diperlukan dalam jumlah sedikit
Enzim berfungsi sebagai katalisator, tetapi tidak ikut bereaksi, maka jumlah yang dipakai sebagai katalis tidak perlu banyak. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali, selama molekul tersebut tidak rusak.
-       Merupakan koloid
Enzim tersusun atas komponen protein, maka sifat – sifat enzim tergolong koloid. Enzim memiliki permukaan antar partikel yang sangat besar sehingga bidang aktivitasnya juga besar.
-          Enzim mampu menurunkan energi aktivasi
Suatu reaksi kimia dapat terjadi jika molekul yang terlibat memiliki cukup energi internal untuk membawanya kepuncak bukit energi menuju bentu kreaktif yang disebut tahap transisi. Energi aktivasi suatu reaksia dalah jumlah energi dalam kalori  yang diperlukan untuk membawa semua molekul pada 1 mol senyawa pada suhu tertentu menuju tingkat transisi pada puncak batas energi. Apabila suatu reaksi kimia ditambahkan katalis yaitu enzim, maka energi aktivasi dapat diturunkan dan reaksi akan berjalan dengan lebih cepat.
Enzim memiliki mekanisme kerja sebagai katalisator dalam membantu proses metabolisme, yaitu :
-       Menciptakan lingkungan yang transisinya terstabilisasi untuk menurunkan energi aktivasi, misalnya dengan cara mengubah substrat.
-       Meminimalkan energi transisi dengan membuat lingkungan reaksi terdistribusi muatan berlawanan dan tanpa mengubah bentuk substrat sedikit pun.
-       Melalui pembentukan lintasan reaksi alternatif.
-       Menggiring substrat keorientasi yang tepat untuk bereaksi dengan menurunkan entropi reaksi.
Ditinjau dari cara kerja enzim tersebut, bagian enzim yang aktif sebagai katalis dianggap memiliki gugus prostetik dengan bentuk sangat spesifik sehingga hanya dapat bereaksi dengan molekul yang bentuknya spesifik pula. Melalui anggapan tersebut, beberapa ahli mengambil hipotesis bahwa carakerja enzim sesuai dengan teori kunci gembok (lock and key)  oleh Emil Fischer.
 cara kerja enzime
2.3   Katabolisme
Metabolisme adalah keseluruhan proses kimiawi dalam tubuh organisme yang melibatkan energi dan enzim, diawali dengan substrat awal dan diakhiri produk akhir. Metabolisme dapat digolongkan menjadi dua, yakni proses penyusunan yang disebut anabolisme dan proses pembongkaran yang disebut katabolisme. Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses penguraian atau perombakan ( katabolisme )polisakarida menjadi monosakarida. Proses katabolisme terbagi atas beberapa proses, yaitu :
a.    Glikolisis
-          proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asetil coenzim-A
-          Glikolisis terjadi di sitoplasma
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbPwzA1vv1fHnRMOUizBLD0JQQkHzJSVcIH7oF4da-3KYdh1QuzHCrJ1hO-2sLE8tnwe5kkOtyd7FKSOPMBf1yjUMdanG7p1-Os3ZMF5hEU6VrqUW2-WbUTrkQy26ihnmwKjBQGfqntLhp/s320/Glikolisis.JPG
-          Glukose tidak dapat langsung diffusi ke sel
-          Glukose harus berikatan dulu dengan carrier: G + C → GC → GC dapat berdiffusi kedalam sel
-          Didalam sel GC → G + C
-          C keluar sel lagi untuk mengikat G yang lain → sampai semua G masuk sel
-          Proses ini dipercepat oleh H. Insulin, jika H. Insulin kurang → proses masuknya G kedalam sel lambat → G menumpuk didalam darah → DM
-          G di sitoplasma mengalami fosforilasi → glukose 6-PO4 (enzim glukokinase)
-          Fruktokinase → fruktose → fruktose 6-PO4
-          Galaktokinase → galaktose → galaktose 6-PO4
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLZ3ksA3AOGsghAze39GTdEJl4L3Dw1BE9RMUhGmkqMZiP-NStfGHRoSdAb2an1GkyJq8iS7vdDKDvJOcaa1guvgdlGcaHUkvviHcevf2jvit3mNxbqEmnStgZ0V_v9dixSHc6n8gtemDP/s320/Glikogenesis.JPG
-          Glikolisis: proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asam laktat
-          Glikolisis terdiri 2 lintasan:
-          Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui triose (dihidroksi aseton fosfat atau gliseraldehid 3-PO4) disebut lintasan Embden Meyerhof
-          Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui 6-fosfoglukonat disebut lintasan oksidatif langsung (pintas heksosmonofosfat)
b.   Siklus Krebs
-          Proses perubahan asetil co-A → H
-          Proses ini terjadi didalam mitokondria
-          Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses
-          pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis
-          Jika dalam asupan nutrisi kekurangan KH → akan kekurangan oxaloasetat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMf1bn47fq-cv_46Wv6NR73qSuGEZWaV6LSAFPEBw9RUF0B537iZVuVMjQNWtB6hhskL540SDOXnMWwT8K92fLyHNWgT6d-YioXvWDyHB_g14jJQkGXQVRBd95l8h9Eb6rm3YUUotuJBml/s320/SIKLUS+ASAM+SITRAT.JPG
-          Kekurangan oxaloasetat → pengambilan asetil co-A di sitoplasma terhambat → asetil co-A menumpuk di sitoplasma
-          Penumpukan asetil co-A → berikatan sesama asetil co-A → asam aseto asetat
-          Asam aseto asetat → senyawa tidak setabil → mudah mengurai: aseton + asam β hidroksi butirat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv8XVQJy1Tkfla02BVPQ35wEWa8-95LtJRcduc5Y1ArjoRQknIYzv5nEjCw0-uZhEls-p9N00jOaENbK1vbrfkkyewWeESNkXviKcB6CK3w6GSg5H0obco8dBUGcwRmyQTOOm2dmd6BNhi/s320/Siklus+Kreb+3.JPG
-          Ketiga senyawa: asam aseto asetat, aseton dan asam β hidroksi butirat → disebut Badan Keton
-          Meningkatnya badan keton didalam darah → ketosis
-          Badan keton bersifat racun bagi otak → koma, karena biasanya terdapat pada penderita DM → koma diabeticum
c.         Fosforilasi Oksidatif
-          Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh senyawa yang disebut ATP
-          Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYXTQOi1Oojv3R0MPeRa_v-1JepHAh3D2GbarASMMo5a3K7u3w9_qN5EU2hM4JCzDorofzczJv4Lgjr89dyzwqMUBBAZybzO71O1J58TuqHNOHULJEbEUOviSF1pMSmcIlWRvCN4HNOAWh/s320/RANTAI+RESPIRASI2.JPG


-          Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO1D0SmJO9SVVv_W8ScwAP8th8mpGCOB_iOITeyA11dAwXJI9lNjlV-KD0zDoeTr7u8ngmrxECBxK7JPAhsQIkubs9THmeMkW217sjICyRr91oUtuA6AJpMByhuO92pj2rzPYxpN_pSd1j/s320/FOSFORILASI+OKSIDATIF.JPG











KESIMPULAN

Enzim sangat berperan penting pada metabolisme tubuh. Dimana enzim sebagai katalisator membantu proses reaksi metabolisme dalam tubuh yang berfungsi untuk mempercepat suatu reaksi dan menguraikan suatu zat (katabolisme) menjadi zat yang lebih kecil.










Senin, 09 September 2019

PENDAHULUAN FARMAKOGNOSI ( Pengertian, Sejarah, Dan Simplisia)


A.    Pengertian Farmakognosi
Farmakognosi merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Yunani. Farmakon (obat) dan Gnosis (pengetahuan), yaitu pengetahuan tentang obat. Tata nama Farmakognosi pertama kali dan paling sering digunakan oleh C.A Seydler, seorang mahasiswa kedokteran di Halle/Saale, Jerman, yang secara tegas menggunakan Analetica Pharmacognostica sebagai judul utama tesisnya pada tahun 1815. Selain itu, penelitianpenelitian lebih lanjut telah mengungkapkan bahwa Schmidt telah terlebih dahulu menggunakan istilah Farmakognosis di dalam monografinya yang berjudul Lehrbuch der Materia Medica (yaitu catatan-catatan kuliah tentang Materia Medis) pada tahun 1811 di Wina. Kompilasi ini khusus membahas tentang tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat dan karakteristiknya yang bersesuaian. Istilah Materia Medica adalah kata latin yang dikemukakan mula-mula oleh seorang dokter Yunani Disocorides pada abad pertama sesudah Masehi. Bahan dasar alam atau umumnya disebut bahan alam tersebut berasal dari tumbuhan (bahan alam nabati), dari hewan (bahan alam hewani) dan dari mineral (bahan alam mineral).


B.     Sejarah Farmakognosi
Beberapa Sejarah Perkembangan Farmakognosi :
-       Pada abad pertama SM seorang dokter yunani Disocorides  mengemukakan tentang materia medica.
-       Pada tahun 1811 di wina, Schmidt lebih dahulu menggunakan istilah farmakognosis di dalam monografinya yang berjudul lehrbuch der materia medica (catatan kuliah tentang materia medis).
-          Pada tahun 1815 seorang mahasiswa kedokteran jerman  bernama C.A Seydler menggunakan tata nama farmakognosi pertama kali pada tesisnya yang berjudul analetica pharmacognostica.
-       Pada abad 1500 sm orang mesir mendokumentasikan pengetahuan  kedokteran dan farmasi pada papirus ebers yang merupakan buku pegangan medis yang mencakup semua macam penyakit dan termasuk empiris dan juga bentuk simbolik pengobatan..
-       Seorang sarjanan yunani Pedanius Dioscorides mendeksripsikan lebih dari 600 tumbuhan yang berpengaruh besar pada farmasi dieropa sehingga sebagai bapak obat-obatan di negara barat.
-       Pada abad 460 - 375 SM seorang dokter medis yunani bernama Hipocrates  menulis Corpus Hippocraticum (suatu kumpulan pekerjaan mengenai praktis medis).
-       Pada tahun 130-201 di Roma seorang dokter Caludius Galen meringkas tentang Bidang Kompleks Kedokteran Dan Farmasi dan namanya digunakan dalam istilah farmasi galenika..
-       Pada abad ke-16 di cina, Ben Cao Gang Mu menulis pertama kali secara sistematis mengenai obat-obat herbal dengan menggunakan metode sains.
-       Pada tahun 984 Dokter Kaisar Yasuyori Tamba menyusun Iahinho, yang berisi 30 surat gulungan yang merinci pengetahuan medis dinasti Sui dan Tang
-       Pada tahun 1574 dijepang, dosan manase mencatat semua unsur gagasan medis yang menjadi obat mandiri orang jepang selama periode edo. 
-       Pada tahun 1617 di inggris dibuat kebun tumbuhan obat oleh komunitas terhormat apoteker, dimana kebun tumbuhan tersebut dikenal dengan Chelsea Physic Garden.
-       Pada abd ke-17  seorang dokter inggris Nicholas Culpeper menulis tentang obat herbal yang dikenal dengan Herbal Culpeper.
-       Pada abad ke-19, Bernard mempelajari tentang efek farmakologis senyawa dan ekstrak tumbuhan obat .


C.    Simplisia
Dalam buku Materia Medika Indonesia, ditetapkan definisi bahwa simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dikatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan.
Simplisia dibedakan menjadi :
-       simplisia nabati
-       simplisia hewani
-       simplisia pelikan (mineral).
     Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan atau eksudat tumbuhan. Eksudat tumbuhan ialah isi sel yang secara spontan keluar dari tumbuhan atau isi sel yang dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya atau senyawa nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tumbuhannya dan belum berupa senyawa kimia murni.
Senyawa kandungan pada  pada simplisia nabati disebabkan oleh beberapa aspek, yaitu 
-       Genetik (bibit)
-       Lingkungan (tempat tumbuh, iklim)
-       Rekayasa agronomi (fertilizer, perlakuan selama masa tumbuh)
-       Panen (waktu dan pasca panen)
      Proses pemanenan dan preparasi simplisia merupakan proses yang dapat menentukan mutu simplisia dalam berbagai artian komposisi senyawa kandungan, kontaminasi, dan stabilitas bahan. Variasi senyawa kandungan pada simplisia Produck olahan dapat diperkecil dan diatur. Dimana diterapkan iptek pertanian pasca panen yang terstandar.
Simplisia sebagai bahan baku dan produk dipertimbangkan 3 konsep parameter, yaitu :
-       Simplisia sebagai bahan kefarmasian seharusnya memenuhi 3 parameter mutu umum suatu bahan (material), yaitu kebenaran jenis (identifikasi), kemurnian (bebas dari kontaminasi kimia dan biologis) serta aturan penstabilan (wadah, penyimpanan dan transportasi)
-       Simplisia sebagai bahan dan produk konsumsi manusia sebagai obat tetap diupayakan memenuhi 3 paradigma seperti produk kefarmasian lainnya, yaitu quality-safetyefficacy (mutu-aman-manfaat)
-       Simplisia sebagai bahan dengan kandungan kimia yang bertanggung jawab terhadap respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi komposisi (jenis dan kadar) senyawa kandungan.
     Standarisasi simplisia mempunyai pengertian bahwa simplisia yang akan digunakan untuk obat sebagai bahan baku harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam monografi terbitan resmi Departemen Kesehatan (Materia Medika Indonesia). Sedangkan sebagai produk yang langsung dikonsumsi (serbuk jamu dsb) masih harus memenuhi persyaratan produk kefarmasian sesuai dengan peraturan yang berlaku. Standarisasi suatu simplisia tidak lain merupakan pemenuhan terhadap persyaratan sebagai bahan dan penetapan nilai berbagai parameter dari produk seperti yang ditetapkan sebelumnya.